
Sumber: www.suara.com
Penurunan Muka Air Tanah terhadap Banjir Rob
Kawasan pesisir menghadapi risiko banjir rob akibat berbagai faktor, seperti kenaikan muka air laut dan penurunan muka tanah. Pemanfaatan air tanah yang berlebihan merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kondisi akuifer dan berkontribusi terhadap penurunan muka tanah.
Pemantauan tinggi muka air tanah secara berkala membantu mengetahui perubahan kondisi air tanah serta mendukung pengelolaan sumber daya air di kawasan pesisir.
Lalu, bagaimana hubungan muka air tanah dengan risiko banjir rob dan upaya apa yang dapat dilakukan untuk menguranginya?
Pengertian Tinggi Muka Air Tanah dan Hubungannya dengan Banjir Rob
Tinggi muka air tanah (TMAT) merupakan posisi permukaan air tanah yang berada di bawah permukaan bumi. Kondisi TMAT dapat berubah akibat curah hujan, proses imbuhan, kondisi geologi, serta pengambilan air tanah.
Di kawasan pesisir, pengambilan air tanah secara berlebihan dapat menurunkan tekanan pada akuifer dan pada kondisi tertentu berkontribusi terhadap penurunan muka tanah (land subsidence). Ketika permukaan tanah mengalami penurunan, elevasi wilayah menjadi semakin rendah terhadap muka air laut, sehingga kerentanan terhadap banjir rob dapat meningkat.
Peningkatan Muka Air Laut berdasarkan IPCC
Kenaikan muka air laut merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko banjir pesisir. Menurut IPCC, kenaikan muka air laut dapat meningkatkan frekuensi dan luas genangan di kawasan pesisir, terutama di wilayah dengan elevasi rendah.
Risiko ini semakin besar ketika kenaikan muka air laut terjadi bersamaan dengan penurunan muka tanah. Kondisi ini menyebabkan muka air laut relatif lebih tinggi terhadap permukaan daratan, sehingga air lebih mudah menggenangi wilayah pesisir saat pasang.
Oleh karena itu, perubahan muka air laut perlu dipertimbangkan dalam perencanaan dan pengelolaan kawasan pesisir yang memiliki risiko banjir rob.
Proyeksi Penggunaan Air Tanah
Pengelolaan air tanah harus mempertimbangkan ketersediaan dan kemampuan akuifer untuk mengisi kembali. Peningkatan kebutuhan air yang tidak diimbangi dengan pengelolaan yang baik dapat menekan sumber daya air tanah.
Proyeksi penggunaan air tanah dapat memperkirakan kebutuhan air pada masa mendatang serta mengidentifikasi potensi peningkatan tekanan pada akuifer. Informasi tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan strategi pengelolaan air tanah, khususnya di kawasan pesisir.
Pengendalian pemanfaatan air tanah dapat dilakukan dengan menyesuaikan jumlah pengambilan berdasarkan kondisi akuifer serta meningkatkan pemanfaatan sumber air alternatif. Langkah tersebut dapat membantu menjaga keseimbangan ketersediaan air dan mengurangi tekanan terhadap sumber daya air tanah.
Upaya Mengurangi Dampak Banjir Rob sesuai Penyebabnya
1. Penurunan Muka Tanah
Upaya mengurangi risiko penurunan muka tanah dapat dilakukan melalui pengendalian pemanfaatan air tanah dan penggunaan sumber air alternatif. Selain pengendalian tersebut, pemantauan kondisi muka air tanah diperlukan untuk mengetahui perubahan kondisi akuifer secara berkala.
Pemantauan TMAT menggunakan Automatic Water Level Recorder (AWLR) menghasilkan data secara kontinu sehingga perubahan muka air tanah dapat diketahui dari waktu ke waktu. Data tersebut dapat digunakan sebagai dasar evaluasi kondisi air tanah dan membantu menentukan langkah pengelolaan yang sesuai dengan kondisi wilayah.
2. Kenaikan Muka Air Laut
Upaya mengurangi dampak kenaikan muka air laut dapat dilakukan melalui penguatan infrastruktur perlindungan pesisir, peningkatan sistem drainase, perlindungan ekosistem pesisir, serta penerapan sistem peringatan dini banjir.
Pengelolaan kawasan pesisir juga perlu mempertimbangkan perubahan elevasi daratan dan kondisi pasang surut. Dengan mengetahui wilayah yang memiliki tingkat kerentanan tinggi, tindakan adaptasi dapat direncanakan secara lebih tepat.
Penanganan banjir rob perlu dilakukan secara terpadu dengan memperhatikan penggunaan air tanah, kondisi permukaan tanah, dan perubahan muka air laut. Pendekatan tersebut dapat membantu mengurangi risiko genangan sekaligus meningkatkan kesiapan kawasan pesisir menghadapi perubahan lingkungan.
Sumber:
- https://ejournal.undip.ac.id/index.php/geoplanning/article/view/15511/pdf
- https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ijms/article/view/9705/pdf
- https://www.researchgate.net/profile/Budi-Utomo-17/publication/367340145/Prediksi-Penurunan-Muka-Air-Tanah-terhadap-Banjir-Rob-di-Kawasan-Pesisir-Kota-Jakarta.pdf
